Dispersi data
A.
Pengertian
Dispersi
Dispersi
disebut juga sebagai ukuran penyebaran data adalah ukuran yang menyatakan
seberapa jauh penyimpangan nilai-nilai data dari nilai-nilai pusatnya atau
ukuran yang menyatakan seberapa banyak nilai-nilai data yang berbeda dengan
nilai-nilai pusatnya. Ukuran ini dinamakan pula ukuran variasi yang
mnggambarkan berpencarnya data kuantitatif.
B.
Rentang
(Range)
Rentang
merupakan ukuran yang paling sederhana dan kasar tentang variasi suatu
perangkat data. Rentang adalah selisih antara data terbesar dan data terkecil
pada suatu perangkat data. Jarak antara kedua
nilai ekstrim itu disebut “rentang” atau “range” yang diberi simbol dengan
huruf “R”. Adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
|
R = data terbesar – data terkecil
|
Contoh:
Nilai hasil
ulangan matematika dari 30 siswa SD Negeri 120 Palembang sebagai berikut:
76 48
64 68 91
83 58 67
82 54
84 62
56 74 90
65 68 84
75 65
72 82
74 66 73
61 76 85
69 79
Berapakah
rentang dari data diatas?
Penyelesaian:
R = data terbesar – data terkecil
= 91 – 48 = 43
Hal ini berkaitan dengan kenyataan
bahwa rentang dihitung berdasarkan hanya pada dua buah data yang paling
ekstrim.
C.
Rentang
antar Kuartil
Rentang
antar Kuartil adalah selisih antar kuartil ketiga dengan kuartil pertama.
Adapun rumusnya sebagai berikut:
|
RAK = Kɜ – Kı
¹ıı¹¹
|
Dimana:
RAK =
rentang antar kuartil
Kɜ = kuartil ketiga
Kı =
kuartil pertama
Contoh:
Tentukan rentang antar kuartil 1,
2, 3, 4, 7, 8
Penyelesaian:
1, 2, 3,
4, 7, 8
|
Kı
¹ıı¹¹
|
|
Kɜ
¹ıı¹¹
|
|
K2
¹ıı¹¹
|
RAK = Kɜ – Kı
= 7 –
2
= 5
Distribusi
frekuensi dibawah ini menunjukkan berat badan 40 siswa kelas VI SD Negeri 120 Palembang. Tentukan rentang antar kuartilnya!
56 60
56 54 55
57 59 53
53 51
52 53 52
51 54 50
61 55
58 57 59
52 55 52
50 54
46 58 56
56 54 51
48 53
58 49 51
48 55 55
|
Berat
Badan
|
frekuensi
|
|
46 - 48
|
3
|
|
49 - 51
|
7
|
|
52 - 54
|
12
|
|
55 - 57
|
11
|
|
58 - 60
|
6
|
|
61 - 63
|
1
|
|
Jumlah
|
40
|
Penyelesaian:
|
Berat
Badan
|
frekuensi
|
fk
|
|
46 - 48
|
3
|
3
|
|
49 - 51
|
7
|
10
|
|
52 - 54
|
12
|
22
|
|
55 - 57
|
11
|
33
|
|
58 - 60
|
6
|
39
|
|
61 - 63
|
1
|
40
|
|
Jumlah
|
40
|
|
Kı
= Tb +
×
P Kɜ =
Tb +
×
P
= 48,5 +
×
3 = 54, 5+
×
3
= 48, 5 +
×
3 =
54, 5 +
×
3
= 48, 5 + 3
=
54, 5 +
= 51,5 =
56,68
RAK
= Kɜ – Kı
= 56,68
– 51, 5
= 5, 18
D. Simpangan
Kuartil
Setengah dari jangkauan kuartil disebut jangkauan
semi interkuartil atau simpangan kuartil (Qd). Jangkauan
Interkuartil didefinisikan sebagai selisih kuartil terbesar dengan terkecil. Jangkauan
interkuartil biasa juga disebut Hamparan (H), dengan rumus ditulis
sebagai :
H
= Q3 – Q1.
Maka setengah dari rumus Hamparan (H) disebut dengan
Simpangan Kuartil dengan rumus ditulis sebagai: Qd =
(Q3 – Q1)
Kuartil membagi data (n) yang berurutan atas 4 bagian
yang sama banyak.
Q1 = kuartil bawah (1/4n )
Q2 = kuartil tengah/median
(1/2n)
Q3 = kuartil atas (1/4n )
|
2,
|
|
7,
|
1, 3,
4, 8
Q1 Q2 Q3
Contoh
Soal 1:
Data tidak dikelompokkan
Diketahui data
95, 84, 86, 90, 93, 88, 97,
98, 89, 94
|
95,
|
|
88,
|
Q1 Q2
Q3
Q1 = 88
Q2 = 90 93
Q3 = 95
Penyelesaian:
a. Jangkauan
J = 98 - 84 = 14
b. Kuartil
Q1 = 88
Q2 = (90+93)/2 = 91,5
Q3 = 95
c. Simpangan kuartil
Qd =
(Q3
– Q1)
=
(95 - 88)
= 3,5
Contoh
Soal 2:
Data dikelompokkan
|
Skor
|
Titik Tengah
|
Frekuensi
|
|
50-54
|
52
|
4
|
|
55-59
|
57
|
6
|
|
60-64
|
62
|
8
|
|
65-69
|
67
|
16
|
|
70-74
|
72
|
10
|
|
75-79
|
77
|
3
|
|
80-84
|
82
|
2
|
|
85-89
|
87
|
1
|
|
Jumlah
|
|
n = 50
|
Penyelesaian:
a.
Jangkauan = Titik tengah kelas tertinggi - Titik tengah kelas terendah
= 87-52 =35
b.
Kuartil bawah (¼n )
Q1 = 59,5 + ((12,5 -
10)/8 . (5)) = 61,06
Kuartil bawah (¾n
)
Q3 = 69,5 + (37,5 - 34)/10 . 5 = 71,25
c.
Simpangan Kuartil
Qd =
(Q3 – Q1)
=
(71,25 - 61,06)
= 5,09
E. Simpangan
Rata-rata (Deviasi Rata-rata)
Ukuran penyebaran yang hanya didasarkan pada nilai
maksimum dan minimum saja tidak memberikan gambaran yang baik untuk melihat
penyebaran data. Untuk itu, dicari ukuran penyebaran lain yang didasarkan pada
seluruh nilai data dan dihitung terhadap nilai-nilai rata-ratanya.
Jika nilai deviasi rata-rata kecil, nilai data
terkonsentrasi di sekitar nilai pusat. Jika nilai rata-rata besar, nilai data
tersebut jauh dari nilai rata-ratanya. Jadi deviasi rata-rata adalah suatu
simpangan nilai unit observasi terhadap nilai rata-rata.
1. Deviasi
Rata-rata dari Data Tunggal
Deviasi
rata-rata dari data tunggal dicari dengan rumus:
SR
=
atau
SR =
Keterangan:
SR = Simpangan rata-rata
= nilai rata-rata
= data ke 1
n = banyaknya data
contoh
1
Hitunglah simpangan rata-rata dari data berikut ini!
4, 5, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 9, 9
Jawab:
Rata-ratanya adalah:
=
=
7
SR
Contoh 2
|
xi
|
xi -
|
|
|
8
7
10
11
|
-1
-2
1
2
|
1
2
1
2
|
Dari data di atas, diketahui rata-ratanya adalah 9. Carilah simpangan rata-ratanya.
Jawab :
SR
=
SR
=
= 1,5
2. Deviasi
Rata-rata dari Data yang Dikelompokan
Untuk data yang di kelompokan dapat dicari dengan
rumus sebagai berikut:
SR =
` Keterangan:
SR = Simpangan Rata-rata
f = frekuensi
Contoh 1:
Perhatikan
tabel distribusi frekuensi data berikut!
|
Nilai
|
Frekuensi ( f )
|
|
52
– 58
|
¹
|
|
59
– 65
|
6
|
|
66
– 72
|
7
|
|
73
– 79
|
20
|
|
80
– 86
|
8
|
|
87
– 93
|
4
|
|
94
– 100
|
3
|
|
Jumlah
|
50
|
Tentukan nilai simpangan rata-rata di atas!
Jawab:
|
Nilai
|
F
|
X
|
|
52-58
|
2
|
55
|
|
59-65
|
6
|
62
|
|
66-72
|
7
|
69
|
|
73-79
|
20
|
76
|
|
80-86
|
8
|
83
|
|
87-93
|
4
|
90
|
|
94-100
|
3
|
97
|
|
Jumlah
|
50
|
|
Rata-ratanya adalah
SR=
SR
=
Jadi, Simpangan rata-ratanya adalah 7.
F.
Simpangan
Baku (standard deviation)
Ukuran tingkat penyimpanan data
yang paling banyak digunakan dalam analisis data adalah deviasi data atau simpangan baku (s untuk simpangan baku sample,
dan δ untuk simpangan baku populasi). Adapun maksud dan pengertian dari ukuran
di atas adalah merupakan ukuran penyimpangan terhadap nilai rata-ratanya, nilai
simpangan baku merupakan akar positif dari selisih item data dengan nilai
rata-rata yang dibagi oleh jumlah data (untuk
data yang belum dikelompokkan), dengan formulasi sebagai berikut:
Rumus Simpangan Baku untuk Data Tunggal
Rumus untuk data sampel s
=
Rumus untuk data populasi σ
=
Contoh:
Selama 10 kali ulangan semester ini Andi mendapat nilai 91,
79, 86, 80, 75, 100, 87, 93, 90,dan 88. Berapa simpangan baku dari nilai
ulangan Andi?
Jawab:
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Kita cari dulu rata-ratanya
rata-rata =
Setelah itu kita tentukan
- xi 2 dari setiap nilai yang ada, hasilnya seperti di tabel diatas.
Selanjutnya,kita masukkan ke rumus:
S =
S =
Rumus Simpangan Baku untuk Data Berkelompok
Rumus untuk data sampel s =
Rumus untuk data populasi σ =
Semakin kecil nilai dari ukuran
simpangan baku tersebut, maka dapat diartikan bahwa tingkat penyebaran data
akan semakin mendekati nilai rata-ratanya, dan jika nilai simpanagn baku = 0,
dapat diartikan bahwa data yang dipunyai sama dengan nilai rata-ratanya.
Misalkan, kita mempunyai 5 data yang diperoleh dari hasil survei 5 orang
mahasiswa yang dimintai keterangan perihal Indeks Prestasi mereka adalah 3,2;
3,2; 3,2; 3,2 dan 3,2 (kebetulan semua sama IPK-nya), maka kalau nilai rat-rata
akan didapatkan X = 3,2 dan berdasarkan
hasil perhitungan dari formulasi diatas besarnya s akan sama dengan 0 (nol).
Hal ini dapat diartika bahwa dari data yang kita punya tidak didapati
penyimpangan terhadap nilai rata-ratanya
Contoh:
Diketahui data tinggi badan 50 siswa samapta kelas c adalah sebagai berikut:
Diketahui data tinggi badan 50 siswa samapta kelas c adalah sebagai berikut:
hitunglah berapa simpangan bakunya
1. Kita cari dulu rata-rata data kelompok tersebut
2. Setelah ketemu rata-rata dari data kelompok tersebut kita bikin tabel
untuk memasukkannya ke rumus simpangan baku
G.
Varians (variance)
Varian adalah salah satu ukuran
dispersi atau ukuran variasi. Varians dapat menggambarkan bagaimana
berpencarnya suatu data kuantitatif. Varians diberi simbol σ2 (baca:
sigma kuadrat) untuk populasi dan untuk s2 sampel.
Selanjutnya kita akan menggunakan simbol s2 untuk varians
karena umumnya kita hampir selalu berkutat dengan sampel dan jarang sekali
berkecimpung dengan populasi.
Rumus varian atau ragam data tunggal untuk populasi
σ2
=
Rumus varian atau ragam data tunggal untuk sampel
s2 =
Rumus varian atau ragam data kelompok untuk populasi
Rumus varian atau ragam data kelompok untuk sampel
Keterangan:
σ2 = varians atau ragam untuk populasi
σ2 = varians atau ragam untuk populasi
S2 = varians atau ragam untuk sampel
fi = Frekuensi
xi = Titik tengah
x = Rata-rata
(mean) sampel dan
μ = rata-rata populasi
n = Jumlah data
Koefisien variasi (Coefficient of
variation)
Koefisien variasi merupakan suatu
ukuran variansi yang dapat digunakan untuk membandingkan suatu distribusi data
yang mempunyai satuan yang berbeda. Kalau kita membandingkan berbagai variansi
atau dua variabel yang mempunyai satuan yang berbeda maka tidak dapat dilakukan
dengan menghitung ukuran penyebaran yang sifatnya absolut. Koefisien variasi adalah suatu perbandingan antara simpangan
baku dengan nilai rata-rata dan dinyatakan dengan persentase.
untuk
populasi
untuk sampel
Besarnya koefisien
variasi akan berpengaruh terhadap kualitas sebaran data. Jadi jika
koefisien variasi semakin kecil maka datanya semakin homogen dan jika koefisien
korelasi semakin besar maka datanya semakin heterogen.
Contoh:
Selama 10 kali
ulangan semester ini Andi mendapat nilai 91,
79, 86, 80, 75, 100, 87, 93, 90,dan 88. Berapa simpangan baku dari nilai
ulangan Andi?
Jawab:
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Soal di atas menanyakan simpangan baku dari data populasi jadi menggunakan rumus simpangan baku untuk populasi.
Kita cari dulu
rata-ratanya
rata-rata =
Setelah itu kita tentukan
- xi 2 dari setiap nilai yang ada, hasilnya seperti di tabel diatas.
Selanjutnya,kita ke rumus untuk mencari simpangan baku:
S =
S =
Setelah itu baru kita masukkan ke rumus koefisien variasi:
=
×100%
= 7,85%
Komentar
Posting Komentar