Statistik dan Statistika
STATISTIKA DASAR
Makalah ini dibuat untuk memenuhi
tugas Mata Kuliah Statistik
Oleh:
Kelompok
7
Zalika (06131281520140)
Nanda
Tifani Maulita (06131281520132)
Mutoyibi (06131181520016)
Yona
Syaifira Zaharia (06131281520128)
Desi
Permatasari (06131181520018
Septarini
Ayu Putri (06131281520126)
Shella
Meidiani Putri (06131181520007)
Dosen
Pengampu : Dra.
Toybah, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Disadari
atau tidak, statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pernyataan-pernyataan seperti : tiap bulan habis Rp. 50.000,00 untuk keperluan
rumah tangga, ada 60 % penduduk yang memerlukan perumahan, setiap hari terjadi
13 kecelakaan kendaraan di Jawa Barat sering kita dengar atau baca di
surat-surat kabar. Pemerintah menggunakan statistika untuk meniai hasil
pembangunan masa lalu dan membuat rencana masa depan . pimpinan mengambil
manfaat dari kegunaan statistika untuk
melakukan tindakan-tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya.
Sebagaimana
disebutkan dalam undang-undang tentang statistik (lihat undang-undang No. 7
tahun 1960), kegiatan statistik mencakup 4 hal, yaitu: (1) pengumpulan data,
(2) penyusunan data, (3) pengumuman dan pelaporan data, dan (4) analisis data.
Mata
kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang
mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan
data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan
statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian.
Sebagai
suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu
matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang
tinggi sangat diperlukan.
B. Rumusan
Masalah
1. Apa
pengertian statistik dan statistika ?
2. Apa
saja macam-macam statistika?
3. Apa
peranan, dan kegunaaan statistika?
4. Apa
yang dimaksud populasi dan sampel?
C. Tujuan
1.
Mengetahui pengertian statistik dan
statistika.
2.
Mengetahui macam-macam statistika.
3.
Mengetahui karakteristik statistika.
4.
Mengetahui peranan dan kegunaaan
statistika.
5.
Mengetahui pengertian populasi dan
sampel.
A. Pengertian Statistik, Statistika, dan Statistika Pendidikan
A. Pengertian Statistik, Statistika, dan Statistika Pendidikan
Secara etimologis : Kata “Statistik” berasal dari kata status (bahasa latin), state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda) dan dalam bahasa
Indonesia diterjemahkan menjadi Negara.
Pada mulanya, kata “statistik” diartikan sebagai “kumpulan bahan keterangan
(data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud
angka (kualitatif). Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik
hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data
kuantitatif) “ saja.Bahan keterangan yang bersifat bukan angka tidak lagi disebut
sebagai statistik.
Secara terminology : Dalam Istilah “statistik’’ itu terkandung berbagai
macam pengertian diantaranya :
1. Istilah “statistik’’ terkadang diberi pengertian “data statistik’’. Data
statistic adalah kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan.
Atau dengan istilah lain berarti “deretan atau kumpulan angka yang menunjukan
keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu’’. Misalnya: statistic
penduduk. Dengan demikian istilah statistic dalam arti data kuantitatif/data
statistic adalah data angka yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan,
peristiwa tertentu.
2. Istilah “statistik’’ diberi pengertian sebagai kegiatan pertatistikan.
Dapat dilihat dari UU No.7 Tahun 60 bahwa kegiatan statistik mencakup 4 hal,
yaitu (1) pengumpulan data. (2) penyusunan data, (3) pengumuman dan pelaporan
data, dan (4) analisis data.
3. Istilah statistik mengandung pengertian sebagai “metode statistik”,
yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan,
menyusun, menyajikan, menganalisis, dan memberikan interpretasi terhadap
kumpulan bahan keterangan yang berupa angka sehingga kumpulan keterangan angka
tersebut dapat memberikan makna tertentu.
4. Istilah statistik diberi pengertian sebagai “ilmu statistik’’. Ilmu
statistik adalah ilmu yang membahas dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap
yang ada dalam kegiatan statistik.
Pengertian Statistik Menurut Sudjana, Menyimpulkan
statistik adalah suatu pengetahuan yang berkaitan dengan teknik-teknik atau
cara-cara pengumpulan data, pengolahan, penganalisaan, penarikan kesimpulan,
penyajian data dan publikasi dari data-data dalam bentuk angka.
Pengertian Statistik Menurut Kendal &
Stuart,Statistik
adalah cabang dari metode ilmiah yang berkaitan dengan pengumpulan data yang
dikumpulkan dengan mengukur sifat-sifat dari populasi yang ditemukan.
Kita akan menjumpai dalam Kamus Bahasa Inggris kata statistics (statistika)
dan statistic (statistik). Tentunya keduanya memiliki pengertian yang berbeda.
Istilah statistika memiliki arti pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara
pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaaannya dan dilakukan penarikan
kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang telah dilakukan.
Dalam arti sempit, statistik berarti data ringkasan berbentuk angka
(kuantitatif). Statistik penduduk, misalnya adalah data atau keterangan
berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlah, rata-rata umur,
distribusinya, persentase penduduk yang buta huruf), statistik personalia
(jumlahnya, rata-rata masa kerja, rata-rata jumlah anggota keluarga, persentase
yang sarjana), dan sebagainya.
Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara
pengumpulan, pengolahan/pengelompokkan, penyajian, dan analisis data serta cara
pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan
konsep probabilitas.
Singkatnya, kata statistics memiliki arti “ilmu statistik” , sedangkan yang
dimaksud dengan statistic diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal
dari sampel”. Dari penjelasan diatas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa
cakupan statistika itu lebih luas daripada statistik. Hal tersebut dikarenakan,
statistika mencakup statistik dan statistik merupakan salah satu komponen
penyusun statistika.
Ilmu statistika ini juga dipakai dalam bidang pendidikan dan mempunyai
peran sebagai alat bantu bagi para pendidik (pengajar-guru-dosen dan
lain-lain). Hal itu dikarenakan dalam proses pembelajaran, seorang pendidik
akan terlibat pada masalah penilaian atau evaluasi terhadap hasil belajar peserta
didik selama jangka waktu yang telah ditentukan.
Dalam buku Pengantar Statistik Pendidikan Anas Sudjono (2006)
mendefinisikan istilah statistik pendidikan adalah statistik dalam pengertian
sebagai ilmu pengetahuan, yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan
prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan
dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan
keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan
pendidikan (khususnya proses belajar mengajar), penarikan kesimpulan, pembuatan
perkiraan serta ramalan secara ilmiah (dalam hal ini secara matematika) atas
dasar kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka tadi.
B. Peranan dan Kegunaan Statistika
1. Peranan Statistika
Pada era globalisasi, hampir semua bidang tidak
terlepas dengan menggunakan angka, data, dan fakta. Hal ini menunjukkan bahwa
statistika sangat dibutuhkan. Statistika sebagai sarana cara berpikir logis,
lebih dari itu statistika mengembangkan berpikir secara ilmiah untuk
merencanakan (forcasting) penyelidikan, menyimpulkan dan membuat keputusan yang
teliti dan meyakinkan.
Statistika berperan dalam berbagai kegiatan hidup
manusia, antara lain:
1.
Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari
Dalam
aktivitas kehidupan sehari-hari manusia dihadapkan pada berbagai keterangan
serta bahan-bahan yang berbentuk angka-angka yang perlu ditafsirkan dan alat
bantu yang berperan dalam menafsirkan bahan keterangan dan bahan-bahan yang
berbentuk angka tersebut adalah statistika.
2.
Dalam ilmu pengetahuan
Dalam
ilmu pengetahuan akan didapati penyajian data-data dalam bentuk angka-angka,
sehingga diperlukan statistika dalam menafsirkan dan menyimpulkan data
tersebut.
3.
Dalam aktivitas penelitian ilmiah
Dalam
aktivitas penelitian ilmiah, statistika berperan dalam mengemukakan,
menjelaskan, menafsirkan, dan menyimpulkan data-data yang tersembunyi dibalik
angka-angka. Selain itu juga, peran statistik dalam penelitian adalah
a) Alat
untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi.
Dengan demikian jumlah sampel yang diperlukan lebih dapat
dipertanggungjawabkan.
b) Alat
untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Sebelum instrumen digunakan
untuk penelitian, maka harus diuji validitas reliabilitasnya terlebih dahulu.
c) Teknik-teknik
untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif. Teknik-teknik penyajian
data ini antara lain: tabel, grafik, diagram lingkaran, dan pictogram.
d) Alat
untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Dalam
hal ini statistik yang digunakan antara lain: korelasi, regresi, test, anova,
dan lain-lain.
2.
Kegunaan
Statistik
Perkembangan
ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia.
Keputusan-keputusan yang diambil didasarkan pada hasil analisis dan interpretasi
data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pada
saat ini hampir semua disiplin ilmu pengetahuan menggunakan metode statistik
dalam ruang lingkup ilmu mereka. Beberapa terapan ilmu statistik pada disiplin
ilmu lain terlihat pada statistik pendidikan, statistik pertanian, statistik
ekonomi, dan sebagainya.
Menurut Agus Irianto (1988),
statistik digunakan untuk :
1. Membantu
peneliti dalam menggunakan sampel sehingga peneliti dapat bekerja efisien
dengan hasil yang sesuai dengan objek yang ingin diteliti.
2. Membantu
peneliti untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat
mengambil keputusan yang tepat.
3. Membantu
peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan
kelompok lainnya atas objek yang diteliti.
4. Membantu
peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan
variabel yang lainnya.
5. Membantu
peneliti dalam melakukan prediksi untuk waktu yang akan datang.
6. Membantu
peneliti untuk melakukan interpretasi atas data yang terkumpul.
Dalam penelitian, Menurut Sugiyono
(2003:12), statistika berperan untuk:
a.
Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang
diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih
dapat dipertanggungjawabkan
b.
Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas
instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan dalam penelitian
c.
Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data
lebih komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram· Alat untuk
menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
Sementara itu, dalam dunia
pendidikan khususnya, statistik memiliki peranan penting, terutama bagi
pendidik (pengajar-guru-dosen dan lain-lain)adalah menjadi alat bantu.
Menurut Anas Sudijono (2006) bagi
seorang pendidik professional, statistik juga memiliki kegunaan yang cukup
besar, sebab dengan menggunakan statistik sebagai alat bantu, maka berlandaskan
pada data eksak itu akan dapat :
a.
Memperoleh gambaran, baik gambaran secara khusus
maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala atau keadaan.
b.
Mengikuti perkembangan atau pasang-surut mengenai
gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari waktu ke waktu.
c.
Melakukan pengujian, apakah gejala yang lain ataukah
tidak; jika terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupkan perbedaan yang
berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan yang berarti (meyakinkan) ataukah
perbedaan itu terjadi hanya kebetulan saja.
d.
Mengetahui, apakah gejala yang satu ada hubungannya
dengan gejala yang lain.
e.
Menyusun laporan yang berupa kuantitatif dengan
teratur, ringkas dan jelas.
f.
Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan
secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang
mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan
perlu dilakukan oleh seorang pendidik.
C. PENGGOLONGAN STATISTIK
Berdasarkan
tingkat pekerjaannya (tahapan yang ada dalam kegiatan statistik), statistik
sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu : (1)
Statistik Deskriptif dan (2) Statistik Inferensial.
1. Statistik Deskriptif
Statistik
Deskriptif, yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif,
Statistik Sederhana, dan Descriptive
Statistic, adalah statistik yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara
menghimpun, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan, dan menganalisis data
angka, agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai
suatu gejala, peristiwa atau keadaan. Dengan kata lain Statistik Deskriptif
adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalisis data
angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas dan jelas,
mengenai sesuatu gejala, peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik
pengertian atau makna tertentu.
Statistika deskriptif
hanya berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Berikut ini
contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika deskriptif.
a.
Sekurang-kurangnya 100% dari semua
kebakaran di hutan tertentu yang dilaporkan setiap tahuan diakibatkan oleh
tindakan-tindakan sengaja yang tidak bertanggung jawab
b.
Sebanyak 50% diantara semua pasien yang
menerima suntikan obat-obat tertentu, ternyata kemudian menderita efek samping
obat itu.
Penarikan kesimpulan
pada statistika deskriptif (jika ada ) hanya ditunjukkan pada kumpulan data
yang ada. Didasarkan atas ruang lingkup bahasanya, statistika deskriptif
mencakup hal berikut :
1.
Penyajian data dalam bentuk tabel,
sepeti : tabel tunggal,tabel kontingensi, maupun tabel distribusi frekuensi;
2.
Penyajian data dalam bentuk grafik,
seperti : Diagram batang, garis, lingkaran, pencar, peta (Kartogram), diagram
simbol (Piktogram), maupun diagram yang disajkan dari tabel distribusi,
frekuensi, yaitu : histogram, poligon frekuensi, dan ogive;
3.
Ukuran nilai pusat dan letak, seperti:
rerata, median, modus, varian, simpangan baku, kuartil, desil, persentil, dan sebagainya;
4.
Ukuran dipersi atau simpangan, seperti
jangkauan, atau rentang, rerata simpangan, variansi, simpangan baku dan
sebagainya ;
5.
Model ditribusi data, yaitu kemencengan,
dan keruncingan kurva distribusi.
6.
angka indeks;
7. Time
series/ derat waktu atau data berkala.
2. Statistik Inferensial
Statistik
Inferensial, yang lazim dikenal pula dengan istilah
Statistik Induktif, Statistik Lanjut, atau Statistik Mendalam atau Inferensial Statistic,adalah statistik
yang menyediahkan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam
rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum, dari sekumpulan data yang
telah disusun dan diolah. Kecuali itu, Statistik Inferensial juga menyediahkan
aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusin), penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction), penaksiran (estimation),
dan sebagainya. Dengan demikian Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam
dan merupakan tindak-lanjut dari Statistik Deskriptif. Statistik Deskriptif
pada dasarnya merupan fundamen dari Ilmu Statistik secara keseluruhan; ia
merupakan dasar dan tulang punggung dari seluruh struktur Ilmu Statistik.
Karena itu untuk dapat mempelajari atau memahami Statistik Inferensial,
seseorang harus lebih dahulu mempelajari Statistik Deskriptif.
Dengan kata lain,
statistika inferensial berfungsi meramalkan atau mengontrol keadaan atau
kejadian. Berikut contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan
statistika inferensial.
a)
Akibat penurunan produksi batu bara oleh
negara-negara penghasil batu bara, diramalkan harga batu bara akan menjadi dua
kali lipat pada tahun-tahun yang akan datang.
b)
Dengan mengasusmsian bahwa kerusakan
tanaman teh hijau kurang dari 30% akibat musim dingin yang lalu maka harga teh
hijau tersebut di akhir tahun nanti tidak akan lebih dari Rp 50.000 sen per stu
kilogramnya.
Penarikan kesimpulan
pada statistika inferensial ini merupakan generalisasi dari satu populasi
berdasarkan data (sampel) yang ada. Statistika inferensial biasanya digunakan untuk
mebuat generalisasi dari kaitan antara 2 (dua) ata lebih fenomena atau variabel
dalam bentuk 2 kaitan yaitu asosiasi dan komparasi.
Untuk ini maka ruang
lingkup bahasan statistik inferensial secara sederhana dapat dikelompokkan atas
:
1) Uji
persyaratan analisis (uji pelanggaran klasik), seperti : ui normalitas, uji
homogenitas, uji kelinearan,uji moltikolinearitas dan lainnya;
2) Uji
hipotesis asosiasi , seperti : uji korelasi, uji regresi,uji analisis jalur dan
uji kanonikah.
3) Uji
hipotesis komparasi seperti: uji-t untuk
uji bedaa 2 kelompok data, uji-Turkey, ANAVA (Analysis Varian), ANAKOVA (Analysis
Kovarian) MANOVA (Multivariat
Analysis of Varians), dan MANCOVA (Multivariat
Analysis of Covarians) .
D. CIRI KHAS STATISTIK
Sebagai ilmu pengetahuan, statistika
mempunyai ciri khas sebagai berikut:
a. Statistik
selalu bekerja dengan angka atau bilangan yang disebut dengan data kuantitatif.
Hal ini dimaksudkan apabila statistik dipergunakan sebagai alat analisis bagi
data kualitatif (bahan/keterangan yang tidak berwujud angka atau bilangan),
maka data kualitatif tersebut harus diubah atau dikonversikan terlebih dahulu
menjadi data kuantitatif, proses ini disebut kuantifikan.
b. Statistik
bersifat obyektif
Kesimpulan
dan ramalan yang dihasilkan oleh statistik didasarkan pada angka yang diolah
(obyektif) dan tidak didasarkan pengaruh dari luar (subyektif).
c. Statistik
bersifat universal
Ruang lingkup
statistik tidaklah sempit, ruang lingkupnya sangat luar dalam kehidupan manusia
baik dibidang perdagangan, pertanian, kependudukan, pendidikan, dan sebagainya.
E.
Populasi dan Sampel
1. POPULASI
Menurut Margono (2010:118),
“populasi adalah suatu data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan.”
Sedangkan menurut Sukmadinata (2011:250) mengemukakan bahwa populasi adalah “kelompok
besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian kita.” Senada dengan itu
Arikunto (2002:108) mengemukakan bahwa
populasi adalah “Keseluruhan objek penelitian”. Kaitannya dengan batasan tersebut populasi dibedakan menjadi dua yaitu, populasi
terhingga dan populasi tidak terhingga.
Populasi terhingga yaitu, populasi yang memiliki kuantitatif secara jelas
karena memiliki karakteristik yang terbatas. Sedangkan populasi tak
terhingga yaitu, populasi yang tidak dapat ditemukan
batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secara
kuantitatif.
Margono (2012:119) mengemukakan bahwa suatu populasi
bagi suatu penelitian harus dibedakan kedalam sifat berikut ini:
a. Populasi yang bersifat homogen, yaitu populasi yang
unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama.
Misalnya, seorang dokter yang akan melihat golongan darah seseorang, maka ia cukup mengambil setetes darah saja. Dakter itu tidak
perlu satu botol, sebab setetes dan sebotol
darah hasilnya akan sama saja.
b. Populasi yang bersifat heterogen, yaitu populasi
yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan
yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya. Metode penarikan/pengambilan data dengan jelas
mewakili/melibatkan seluruh anggota populasi
disebut sensus. Seorang peneliti meskipun mengetahui bahwa metode sensus ini akan banyak memerlukan pikiran, memakan waktu yang relatif
lama dan biayanya mahal, namun tetap melakukan sensus, hal ini disebabkan
karena:
a. Untuk ketelitian
Suatu penelitian sering meminta ketelitian dan kecermatan
yang tinggi, sehingga memerlukan data-data yang besar jumlahnya. Apabila
unsur ketelitian dan kecermatan ini harus
diprioritaskan maka harus digunakan metode sensus.
b. Sumber bersifat heterogen
Apabila menghadapi sumber informasi yang bersifat
heterogen dimana sifat dan karakteristik masing-masing sumber sulit untuk dibedakan
maka lebih baik menggunakan metode sensus.
Populasi berdasarkan jumlah :
- Populasi terbatas (terhingga) : populasi yang dinyatakan dengan angka dan mempunyai batasan. Contoh : Program Sarjana Ekonomi memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa berprestasi.
Terbatas :
hanya untuk 300 mahasiswa berprestasi.
Karakter :
beasiswa.
- Populasi
tak terbatas (tak terhingga) : populasi yang tidak dapat ditentukan batasnya.
Contoh : sejumlah pedagang berjualan di sekitar taman kota.
Tak terbatas : sejumlah pedagang.
Karakter :
berjualan.
Populasi
berdasarkan turunan populasi terbatas dengan ruang lingkup yang lebih
dipersempit :
- Populasi teoritis : populasi yang diturunkan dari populasi terbatas. Contoh : Program Sarjana Ekonomi memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa berprestasi tahun 2015.Untuk mengetahui siapa saja yang layak mendapat beasiswa maka dapat melihat kriteria pemberian beasiswa tahun 2014.
- Populasi tersedia : populasi turunan dari populasi teoritis yang akan diteliti dengan mempertimbangkan jumlah, waktu dan tenaga yang tersedia dengan memperhatikan karakteristik yang ditentukan.
Populasi berdasarkan variasi dari unsur pembentuk
sumber data :
- Populasi bersifat homogen :populasi yang unsur unsur pembentukan dari sumber datanya memiliki sifat sifat yang sama. Semakin spesifik sata yang disebutkan maka akan menjadi semakin homogeny. Contoh : 5 kg terigu + 20 telur + 2 kg mentega diaduk dan dicetak menjadi 2500 irisan kue. Irisan kue yang satu dengan yang lainnya mempunyai sifat yang sama. Jika kue tersebut ingin diteliti maka cukup diambil beberapa irisan saja karena sama antara irisan satu dengan yang lainnya.
- Populasi bersifat heterogen : populasi yang unsur unsur pempentukan dari sumber datanya sifat yang bervariasi (berbeda beda) sehingga perlu ditetapkan lagi batasan batasannya baik kuantitatif atau kualitatifnya. Semakin sedikit ciri ciri populasi yang diidentifikasi maka akan semakin heterogen. Contoh : Penelitian tentang persepsi masyarakat tentang pengobatan alternative. Dalam penelitian ini tidak diketahui pengobatan alternative yang seperti apa yang akan dipersepsikan, jadi tidak ditentukan karakteristik pengobatan alternativenya karena bersifat universal (keseluruhan).
2.
Sampel
Sampel
merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu
pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap
sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang
diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sample yang
diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak
(random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita.
A.
Acak/Random
Artinya
setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk
dipilih sebagai samplet.
Pengambilan acak sederhana (Simple random sampling)
Merupakan
sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel
angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer
berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya
dilalukan secara bebas.Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan
prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa
pengembalian.
Kelebihan:
mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan
menghitung standard error.
Kekurangan:
tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan
merepresentasikan populasi secara tepat.
Pengambilan acak secara sistematis
(Systematic random sampling)
Merupakan
sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval
tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000
populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari
interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka
berikutnya dari interval selanjutnya.
Kelebihan:
lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sederhana.
Kekurangan:
tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya
menangkap keragaman populasi heterogen.
Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling)
Merupakan
sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan
masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.
Kelebihan:
lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili
oleh sampel.
Kekurangan:
harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi
penelitian, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing
strata.
Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling)
Merupakan
sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki
jatah terambil yang sama.
Kelebihan:
lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili
dalam sampel.
Kekurangan:
memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu
B.
Tidak
Acak (Non-Random Sampling)
Masing-masing
anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel
1.
Pengambilan
sesaat (Accidental/haphazard sampling)
Merupakan
teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa
yang ditemui oleh peneliti. Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang
kebetulan sedang lewat.
Kelebihan:
praktis.
Kekurangan:
belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.
2.
Pengambilan
menurut jumlah (Quota sampling)
Merupakan
pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti.
Kelebihan:
praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.
Kekurangan:
adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.
3.
Pengambilan
menurut tujuan (Purposive sampling)
Merupakan
pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu
dari peneliti.
Kelebihan:
tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.
Kekurangan:
belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.
4.
Pengambilan
beruntun (Snow-ball sampling)
Merupakan
teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden.
Mulai dari mewawancarai satu responden. Kemudian, responden tersebut akan
menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan
responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan
terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.
Kelebihan:
bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya.
Kekurangan:
memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang
ada.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam arti sempit, statistik berarti data ringkasan berbentuk angka
(kuantitatif). Statistik penduduk, misalnya adalah data atau keterangan
berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlah, rata-rata umur, distribusinya,
persentase penduduk yang buta huruf), statistik personalia (jumlahnya,
rata-rata masa kerja, rata-rata jumlah anggota keluarga, persentase yang
sarjana), dan sebagainya.
Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara
pengumpulan, pengolahan/pengelompokkan, penyajian, dan analisis data serta cara
pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan
konsep probabilitas.
Singkatnya,
kata statistics memiliki arti “ilmu statistik” , sedangkan yang dimaksud dengan
statistic diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel”.
B. Saran
Kami
berharap mahasiswa dapat memahami contoh dan pelajaran tentang dasar statistika
dengan adanya makalah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Subana,dkk.2000.Statistik
Pendidikan.Bandung:Pustaka Setia
J. Supranto.2008.Statistik
Teori dan Aplikasi edisi ketujuh.Jakarta:Erlangga
Sudijono,
Anas. 2012. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana.2005.Metoda Statistika. Bandung : PT Tarsito
Komentar
Posting Komentar