Statistik dan Statistika



STATISTIKA DASAR
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Statistik




Oleh:
Kelompok 7
Zalika                                       (06131281520140)
Nanda Tifani Maulita               (06131281520132)
Mutoyibi                                   (06131181520016)
Yona Syaifira Zaharia              (06131281520128)
Desi Permatasari                      (06131181520018
Septarini Ayu Putri                  (06131281520126)
Shella Meidiani Putri                (06131181520007)

Dosen Pengampu                      : Dra. Toybah, M.Pd

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2017


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Disadari atau tidak, statistika telah banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pernyataan-pernyataan seperti : tiap bulan habis Rp. 50.000,00 untuk keperluan rumah tangga, ada 60 % penduduk yang memerlukan perumahan, setiap hari terjadi 13 kecelakaan kendaraan di Jawa Barat sering kita dengar atau baca di surat-surat kabar. Pemerintah menggunakan statistika untuk meniai hasil pembangunan masa lalu dan membuat rencana masa depan . pimpinan mengambil manfaat  dari kegunaan statistika untuk melakukan tindakan-tindakan yang perlu dalam menjalankan tugasnya.
Sebagaimana disebutkan dalam undang-undang tentang statistik (lihat undang-undang No. 7 tahun 1960), kegiatan statistik mencakup 4 hal, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) penyusunan data, (3) pengumuman dan pelaporan data, dan (4) analisis data.
Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian.
Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi sangat diperlukan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian statistik dan statistika ?
2.      Apa saja macam-macam statistika?
3.      Apa peranan, dan kegunaaan statistika?
4.      Apa yang dimaksud populasi dan sampel?
C.     Tujuan
1.        Mengetahui pengertian statistik dan statistika.
2.        Mengetahui macam-macam statistika.
3.        Mengetahui karakteristik statistika.
4.        Mengetahui peranan dan kegunaaan statistika.
5.        Mengetahui pengertian populasi dan sampel.
A. Pengertian Statistik, Statistika, dan Statistika Pendidikan

Secara etimologis : Kata “Statistik” berasal dari kata status (bahasa latin), state (bahasa Inggris) atau kata staat (bahasa Belanda) dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi Negara. 
Pada mulanya, kata “statistik” diartikan sebagai “kumpulan bahan keterangan (data) baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (kualitatif). Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistik hanya dibatasi pada “kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data kuantitatif) “ saja.Bahan keterangan yang bersifat bukan angka tidak lagi disebut sebagai statistik.
Secara terminology : Dalam Istilah “statistik’’ itu terkandung berbagai macam pengertian diantaranya : 
1. Istilah “statistik’’ terkadang diberi pengertian “data statistik’’. Data statistic adalah kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan. Atau dengan istilah lain berarti “deretan atau kumpulan angka yang menunjukan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu’’. Misalnya: statistic penduduk. Dengan demikian istilah statistic dalam arti data kuantitatif/data statistic adalah data angka yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan, peristiwa tertentu.
2. Istilah “statistik’’ diberi pengertian sebagai kegiatan pertatistikan. Dapat dilihat dari UU No.7 Tahun 60 bahwa kegiatan statistik mencakup 4 hal, yaitu (1) pengumpulan data. (2) penyusunan data, (3) pengumuman dan pelaporan data, dan (4) analisis data.
3. Istilah statistik mengandung pengertian sebagai “metode statistik”, yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun, menyajikan, menganalisis, dan memberikan interpretasi terhadap kumpulan bahan keterangan yang berupa angka sehingga kumpulan keterangan angka tersebut dapat memberikan makna tertentu.
4. Istilah statistik diberi pengertian sebagai “ilmu statistik’’. Ilmu statistik adalah ilmu yang membahas dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik.
Pengertian Statistik Menurut Sudjana, Menyimpulkan statistik adalah suatu pengetahuan yang berkaitan dengan teknik-teknik atau cara-cara pengumpulan data, pengolahan, penganalisaan, penarikan kesimpulan, penyajian data dan publikasi dari data-data dalam bentuk angka.
Pengertian Statistik Menurut Kendal & Stuart,Statistik adalah cabang dari metode ilmiah yang berkaitan dengan pengumpulan data yang dikumpulkan dengan mengukur sifat-sifat dari populasi yang ditemukan.
Kita akan menjumpai dalam Kamus Bahasa Inggris kata statistics (statistika) dan statistic (statistik). Tentunya keduanya memiliki pengertian yang berbeda. Istilah statistika memiliki arti pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisaaannya dan dilakukan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisaan yang telah dilakukan.
Dalam arti sempit, statistik berarti data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif). Statistik penduduk, misalnya adalah data atau keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlah, rata-rata umur, distribusinya, persentase penduduk yang buta huruf), statistik personalia (jumlahnya, rata-rata masa kerja, rata-rata jumlah anggota keluarga, persentase yang sarjana), dan sebagainya.
Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan/pengelompokkan, penyajian, dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas.
Singkatnya, kata statistics memiliki arti “ilmu statistik” , sedangkan yang dimaksud dengan statistic diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel”. Dari penjelasan diatas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa cakupan statistika itu lebih luas daripada statistik. Hal tersebut dikarenakan, statistika mencakup statistik dan statistik merupakan salah satu komponen penyusun statistika.
Ilmu statistika ini juga dipakai dalam bidang pendidikan dan mempunyai peran sebagai alat bantu bagi para pendidik (pengajar-guru-dosen dan lain-lain). Hal itu dikarenakan dalam proses pembelajaran, seorang pendidik akan terlibat pada masalah penilaian atau evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik selama jangka waktu yang telah ditentukan.

Dalam buku Pengantar Statistik Pendidikan Anas Sudjono (2006) mendefinisikan istilah statistik pendidikan adalah statistik dalam pengertian sebagai ilmu pengetahuan, yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode, dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan dalam rangka pengumpulan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berwujud angka mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan (khususnya proses belajar mengajar), penarikan kesimpulan, pembuatan perkiraan serta ramalan secara ilmiah (dalam hal ini secara matematika) atas dasar kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka tadi.

B.     Peranan dan Kegunaan Statistika
1.      Peranan Statistika
Pada era globalisasi, hampir semua bidang tidak terlepas dengan menggunakan angka, data, dan fakta. Hal ini menunjukkan bahwa statistika sangat dibutuhkan. Statistika sebagai sarana cara berpikir logis, lebih dari itu statistika mengembangkan berpikir secara ilmiah untuk merencanakan (forcasting) penyelidikan, menyimpulkan dan membuat keputusan yang teliti dan meyakinkan.
Statistika berperan dalam berbagai kegiatan hidup manusia, antara lain:
1.      Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari
Dalam aktivitas kehidupan sehari-hari manusia dihadapkan pada berbagai keterangan serta bahan-bahan yang berbentuk angka-angka yang perlu ditafsirkan dan alat bantu yang berperan dalam menafsirkan bahan keterangan dan bahan-bahan yang berbentuk angka tersebut adalah statistika.
2.      Dalam ilmu pengetahuan
Dalam ilmu pengetahuan akan didapati penyajian data-data dalam bentuk angka-angka, sehingga diperlukan statistika dalam menafsirkan dan menyimpulkan data tersebut.
3.      Dalam aktivitas penelitian ilmiah
Dalam aktivitas penelitian ilmiah, statistika berperan dalam mengemukakan, menjelaskan, menafsirkan, dan menyimpulkan data-data yang tersembunyi dibalik angka-angka. Selain itu juga, peran statistik dalam penelitian adalah
a)      Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi. Dengan demikian jumlah sampel yang diperlukan lebih dapat dipertanggungjawabkan.
b)      Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Sebelum instrumen digunakan untuk penelitian, maka harus diuji validitas reliabilitasnya terlebih dahulu.
c)      Teknik-teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif. Teknik-teknik penyajian data ini antara lain: tabel, grafik, diagram lingkaran, dan pictogram.
d)     Alat untuk analisis data seperti menguji hipotesis penelitian yang diajukan. Dalam hal ini statistik yang digunakan antara lain: korelasi, regresi, test, anova, dan lain-lain.



2.      Kegunaan Statistik
Perkembangan ilmu statistika telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Keputusan-keputusan yang diambil didasarkan pada hasil analisis dan interpretasi data, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
Pada saat ini hampir semua disiplin ilmu pengetahuan menggunakan metode statistik dalam ruang lingkup ilmu mereka. Beberapa terapan ilmu statistik pada disiplin ilmu lain terlihat pada statistik pendidikan, statistik pertanian, statistik ekonomi, dan sebagainya.
            Menurut Agus Irianto (1988), statistik digunakan untuk :
1.      Membantu peneliti dalam menggunakan sampel sehingga peneliti dapat bekerja efisien dengan hasil yang sesuai dengan objek yang ingin diteliti.
2.      Membantu peneliti untuk membaca data yang telah terkumpul sehingga peneliti dapat mengambil keputusan yang tepat.
3.      Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya perbedaan antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya atas objek yang diteliti.
4.      Membantu peneliti untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.
5.      Membantu peneliti dalam melakukan prediksi untuk waktu yang akan datang.
6.      Membantu peneliti untuk melakukan interpretasi atas data yang terkumpul.
Dalam penelitian, Menurut Sugiyono (2003:12), statistika berperan untuk:
a.       Alat untuk menghitung besarnya anggota sampel yang diambil dari suatu populasi, sehingga jumlah sampel yang dibutuhkan akan lebih dapat dipertanggungjawabkan
b.       Alat untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen sebelum instrumen tersebut digunakan dalam penelitian 
c.        Sebagai teknik untuk menyajikan data, sehingga data lebih komunikatif, misalnya melalui tabel, grafik, atau diagram· Alat untuk menganalisis data seperti menguji hipotesis yang diajukan dalam penelitian.
Sementara itu, dalam dunia pendidikan khususnya, statistik memiliki peranan penting, terutama bagi pendidik (pengajar-guru-dosen dan lain-lain)adalah menjadi alat bantu.

Menurut Anas Sudijono (2006) bagi seorang pendidik professional, statistik juga memiliki kegunaan yang cukup besar, sebab dengan menggunakan statistik sebagai alat bantu, maka berlandaskan pada data eksak itu akan dapat :
a.    Memperoleh gambaran, baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala atau keadaan.
b.    Mengikuti perkembangan atau pasang-surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari waktu ke waktu.
c.    Melakukan pengujian, apakah gejala yang lain ataukah tidak; jika terdapat perbedaan apakah perbedaan itu merupkan perbedaan yang berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan yang berarti (meyakinkan) ataukah perbedaan itu terjadi hanya kebetulan saja.
d.   Mengetahui, apakah gejala yang satu ada hubungannya dengan gejala yang lain.
e.    Menyusun laporan yang berupa kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
f.     Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap, serta dapat memperkirakan atau meramalkan hal-hal yang mungkin terjadi di masa mendatang, dan langkah konkret apa yang kemungkinan perlu dilakukan oleh seorang pendidik.

C.    PENGGOLONGAN STATISTIK
            Berdasarkan tingkat pekerjaannya (tahapan yang ada dalam kegiatan statistik), statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan, yaitu : (1) Statistik Deskriptif dan (2) Statistik Inferensial.
1. Statistik Deskriptif
            Statistik Deskriptif, yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Deduktif, Statistik Sederhana, dan Descriptive Statistic, adalah statistik yang tingkat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpun, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan, dan menganalisis data angka, agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas, dan jelas mengenai suatu gejala, peristiwa atau keadaan. Dengan kata lain Statistik Deskriptif adalah statistik yang mempunyai tugas mengorganisasi dan menganalisis data angka, agar dapat memberikan gambaran secara teratur, ringkas dan jelas, mengenai sesuatu gejala, peristiwa atau keadaan, sehingga dapat ditarik pengertian atau makna tertentu.
Statistika deskriptif hanya berfungsi menerangkan keadaan, gejala, atau persoalan. Berikut ini contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika deskriptif.
a.       Sekurang-kurangnya 100% dari semua kebakaran di hutan tertentu yang dilaporkan setiap tahuan diakibatkan oleh tindakan-tindakan sengaja yang tidak bertanggung jawab
b.      Sebanyak 50% diantara semua pasien yang menerima suntikan obat-obat tertentu, ternyata kemudian menderita efek samping obat itu.
Penarikan kesimpulan pada statistika deskriptif (jika ada ) hanya ditunjukkan pada kumpulan data yang ada. Didasarkan atas ruang lingkup bahasanya, statistika deskriptif mencakup hal berikut :
1.      Penyajian data dalam bentuk tabel, sepeti : tabel tunggal,tabel kontingensi, maupun tabel distribusi  frekuensi;
2.      Penyajian data dalam bentuk grafik, seperti : Diagram batang, garis, lingkaran, pencar, peta (Kartogram), diagram simbol (Piktogram), maupun diagram yang disajkan dari tabel distribusi, frekuensi, yaitu : histogram, poligon frekuensi, dan ogive;
3.      Ukuran nilai pusat dan letak, seperti: rerata, median, modus, varian, simpangan baku, kuartil, desil, persentil,  dan sebagainya;
4.      Ukuran dipersi atau simpangan, seperti jangkauan, atau rentang, rerata simpangan, variansi, simpangan baku dan sebagainya ;
5.      Model ditribusi data, yaitu kemencengan, dan keruncingan kurva distribusi.
6.      angka indeks;
7.      Time series/ derat waktu atau data berkala.
2. Statistik Inferensial
            Statistik Inferensial, yang lazim dikenal pula dengan istilah Statistik Induktif, Statistik Lanjut, atau Statistik Mendalam atau Inferensial Statistic,adalah statistik yang menyediahkan aturan atau cara yang dapat dipergunakan sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum, dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah. Kecuali itu, Statistik Inferensial juga menyediahkan aturan tertentu dalam rangka penarikan kesimpulan (conclusin), penyusunan atau pembuatan ramalan (prediction), penaksiran (estimation), dan sebagainya. Dengan demikian Statistik Inferensial sifatnya lebih mendalam dan merupakan tindak-lanjut dari Statistik Deskriptif. Statistik Deskriptif pada dasarnya merupan fundamen dari Ilmu Statistik secara keseluruhan; ia merupakan dasar dan tulang punggung dari seluruh struktur Ilmu Statistik. Karena itu untuk dapat mempelajari atau memahami Statistik Inferensial, seseorang harus lebih dahulu mempelajari Statistik Deskriptif.
Dengan kata lain, statistika inferensial berfungsi meramalkan atau mengontrol keadaan atau kejadian. Berikut contoh-contoh pernyataan yang termasuk dalam cakupan statistika inferensial.
a)      Akibat penurunan produksi batu bara oleh negara-negara penghasil batu bara, diramalkan harga batu bara akan menjadi dua kali lipat pada tahun-tahun yang akan datang.
b)      Dengan mengasusmsian bahwa kerusakan tanaman teh hijau kurang dari 30% akibat musim dingin yang lalu maka harga teh hijau tersebut di akhir tahun nanti tidak akan lebih dari Rp 50.000 sen per stu kilogramnya.
Penarikan kesimpulan pada statistika inferensial ini merupakan generalisasi dari satu populasi berdasarkan data (sampel) yang ada. Statistika inferensial biasanya digunakan untuk mebuat generalisasi dari kaitan antara 2 (dua) ata lebih fenomena atau variabel dalam bentuk 2 kaitan yaitu asosiasi dan komparasi.
Untuk ini maka ruang lingkup bahasan statistik inferensial secara sederhana dapat dikelompokkan atas :
1)      Uji persyaratan analisis (uji pelanggaran klasik), seperti : ui normalitas, uji homogenitas, uji kelinearan,uji moltikolinearitas dan lainnya;
2)      Uji hipotesis asosiasi , seperti : uji korelasi, uji regresi,uji analisis jalur dan uji kanonikah.
3)      Uji hipotesis komparasi seperti: uji-t  untuk uji bedaa 2 kelompok data, uji-Turkey, ANAVA (Analysis Varian), ANAKOVA (Analysis Kovarian)  MANOVA (Multivariat Analysis of Varians), dan MANCOVA (Multivariat Analysis of Covarians)  .
D.    CIRI KHAS STATISTIK
Sebagai ilmu pengetahuan, statistika mempunyai ciri khas sebagai berikut:
a.      Statistik selalu bekerja dengan angka atau bilangan yang disebut dengan data kuantitatif. Hal ini dimaksudkan apabila statistik dipergunakan sebagai alat analisis bagi data kualitatif (bahan/keterangan yang tidak berwujud angka atau bilangan), maka data kualitatif tersebut harus diubah atau dikonversikan terlebih dahulu menjadi data kuantitatif, proses ini disebut kuantifikan.
b.      Statistik bersifat obyektif
Kesimpulan dan ramalan yang dihasilkan oleh statistik didasarkan pada angka yang diolah (obyektif) dan tidak didasarkan pengaruh dari luar (subyektif).
c.       Statistik bersifat universal
Ruang lingkup statistik tidaklah sempit, ruang lingkupnya sangat luar dalam kehidupan manusia baik dibidang perdagangan, pertanian, kependudukan, pendidikan, dan sebagainya.

E.     Populasi dan Sampel
1.      POPULASI
Menurut Margono (2010:118), “populasi adalah suatu data yang menjadi perhatian kita dalam suatu ruang lingkup dan waktu yang kita tentukan.” Sedangkan menurut Sukmadinata (2011:250) mengemukakan bahwa populasi adalah “kelompok besar dan wilayah yang menjadi lingkup penelitian kita.” Senada dengan itu Arikunto (2002:108) mengemukakan bahwa populasi adalah “Keseluruhan objek penelitian”. Kaitannya dengan batasan tersebut populasi dibedakan menjadi dua yaitu, populasi terhingga dan populasi tidak terhingga.
 Populasi terhingga yaitu, populasi yang memiliki kuantitatif secara jelas karena memiliki karakteristik yang terbatas. Sedangkan populasi tak terhingga yaitu, populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secara
kuantitatif.
Margono (2012:119) mengemukakan bahwa suatu populasi bagi suatu penelitian harus dibedakan kedalam sifat berikut ini:
a. Populasi yang bersifat homogen, yaitu populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama. Misalnya, seorang dokter yang akan melihat golongan darah seseorang, maka ia cukup mengambil setetes darah saja. Dakter itu tidak perlu satu botol, sebab setetes dan sebotol darah hasilnya akan sama saja.
b. Populasi yang bersifat heterogen, yaitu populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan batas-batasnya. Metode penarikan/pengambilan data dengan jelas mewakili/melibatkan seluruh anggota populasi disebut sensus. Seorang peneliti meskipun mengetahui bahwa metode sensus ini akan banyak memerlukan pikiran, memakan waktu yang relatif lama dan biayanya mahal, namun tetap melakukan sensus, hal ini disebabkan karena:
a. Untuk ketelitian
Suatu penelitian sering meminta ketelitian dan kecermatan yang tinggi, sehingga memerlukan data-data yang besar jumlahnya. Apabila unsur ketelitian dan kecermatan ini harus diprioritaskan maka harus digunakan metode sensus.
b. Sumber bersifat heterogen
Apabila menghadapi sumber informasi yang bersifat heterogen dimana sifat dan karakteristik masing-masing sumber sulit untuk dibedakan maka lebih baik menggunakan metode sensus.


Populasi berdasarkan jumlah :
  1. Populasi terbatas (terhingga) : populasi yang dinyatakan dengan angka dan mempunyai batasan. Contoh : Program Sarjana Ekonomi memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa berprestasi.
Terbatas : hanya untuk 300 mahasiswa berprestasi.
Karakter : beasiswa.
  1. Populasi tak terbatas (tak terhingga) : populasi yang tidak dapat ditentukan batasnya. Contoh : sejumlah pedagang berjualan di sekitar taman kota.
    Tak terbatas
    : sejumlah pedagang.
Karakter : berjualan.
Populasi berdasarkan turunan populasi terbatas dengan ruang lingkup yang lebih dipersempit :
  1. Populasi teoritis : populasi yang diturunkan dari populasi terbatas. Contoh : Program Sarjana Ekonomi memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa berprestasi tahun 2015.Untuk mengetahui siapa saja yang layak mendapat beasiswa maka dapat melihat kriteria pemberian beasiswa tahun 2014.
  2. Populasi tersedia : populasi turunan dari populasi teoritis yang akan diteliti dengan mempertimbangkan jumlah, waktu dan tenaga yang tersedia dengan memperhatikan karakteristik yang ditentukan.
Populasi berdasarkan variasi dari unsur pembentuk sumber data :
  1. Populasi bersifat homogen :populasi yang unsur unsur pembentukan dari sumber datanya memiliki sifat sifat yang sama. Semakin spesifik sata yang disebutkan maka akan menjadi semakin homogeny. Contoh : 5 kg terigu + 20 telur + 2 kg mentega diaduk dan dicetak menjadi 2500 irisan kue. Irisan kue yang satu dengan yang lainnya mempunyai sifat yang sama. Jika kue tersebut ingin diteliti maka cukup diambil beberapa irisan saja karena sama antara irisan satu dengan yang lainnya.
  2. Populasi bersifat heterogen : populasi yang unsur unsur pempentukan dari sumber datanya sifat yang bervariasi (berbeda beda) sehingga perlu ditetapkan lagi batasan batasannya baik kuantitatif atau kualitatifnya. Semakin sedikit ciri ciri populasi yang diidentifikasi maka akan semakin heterogen. Contoh : Penelitian tentang persepsi masyarakat tentang pengobatan alternative. Dalam penelitian ini tidak diketahui pengobatan alternative yang seperti apa yang akan dipersepsikan, jadi tidak ditentukan karakteristik pengobatan alternativenya karena bersifat universal (keseluruhan).
2.      Sampel
Sampel merupakan bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Sampel dianggap sebagai perwakilan dari populasi yang hasilnya mewakili keseluruhan gejala yang diamati. Ukuran dan keragaman sampel menjadi penentu baik tidaknya sample yang diambil. Terdapat dua cara pengambilan sampel, yaitu secara acak (random)/probabilita dan tidak acak (non-random)/non-probabilita. 

A.    Acak/Random
Artinya setiap anggota dari populasi memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk dipilih sebagai samplet.
Pengambilan acak sederhana (Simple random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel secara acak dengan menggunakan undian atau tabel angka random. Tabel angka random merupakan tabel yang dibuat dalam komputer berisi angka-angka yang terdiri dari kolom dan baris, dan cara pemilihannya dilalukan secara bebas.Pengambilan acak secara sederhana ini dapat menggunakan prinsip pengambilan sampel dengan pengembalian ataupun pengambilan sampel tanpa pengembalian.
Kelebihan: mengatasi bias yang muncul dalam pemilihan anggota sampel, dan kemampuan menghitung standard error. 
Kekurangan: tidak adanya jaminan bahwa setiap sampel yang diambil secara acak akan merepresentasikan populasi secara tepat.
Pengambilan acak secara sistematis (Systematic random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dilakukan dengan menggunakan selang interval tertentu secara berurutan. Misalnya, jika ingin mengambil 1000 sampel dari 5000 populasi secara acak, maka kemungkinan terpilihnya 1/5. Diambil satu angka dari interval pertama antara angka 1-5, dan dilanjutkan dengan pemilihan angka berikutnya dari interval selanjutnya.

Kelebihan: lebih praktis dan hemat dibanding dengan pengambilan acak sederhana.
Kekurangan: tidak bisa digunakan pada penelitian yang heterogen karena tidak mampunya menangkap keragaman populasi heterogen.
Pengambilan acak berdasar lapisan (Stratified random sampling)
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi menurut lapisan-lapisan tertentu dan masing-masing lapisan memiliki jumlah sampel yang sama.
Kelebihan: lebih tepat dalam menduga populasi karena variasi pada populasi dapat terwakili oleh sampel.
Kekurangan: harus memiliki informasi dan data yang cukup tentang variasi populasi penelitian, kadang-kadang ada perbedaan jumlah yang besar antar masing-masing strata.
Pengambilan acak berdasar area (Cluster sampling
Merupakan sistem pengambilan sampel yang dibagi berdasarkan areanya. Setiap area memiliki jatah terambil yang sama.
Kelebihan: lebih tepat menduga populasi karena variasi dalam populasi dapat terwakili dalam sampel.
Kekurangan: memerlukan waktu yang lama karena harus membaginya dalam area-area tertentu

B.     Tidak Acak (Non-Random Sampling
Masing-masing anggota tidak memiliki peluang yang sama untuk terpilih anggota sampel

1.      Pengambilan sesaat (Accidental/haphazard sampling
Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan tiba-tiba berdasarkan siapa yang ditemui oleh peneliti. Misalnya, reporter televisi mewawancarai warga yang kebetulan sedang lewat.
Kelebihan: praktis.
Kekurangan: belum tentu responden memiliki karakteristik yang dicari oleh peneliti.

2.      Pengambilan menurut jumlah (Quota sampling)
Merupakan pengambilan anggota sampel berdasarkan jumlah yang diinginkan oleh peneliti.
Kelebihan: praktis karena jumlah sudah ditentukan dari awal.
Kekurangan: adalah bias, belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.

3.      Pengambilan menurut tujuan (Purposive sampling)
Merupakan pemilihan anggota sampel yang didasarkan atas tujuan dan pertimbangan tertentu dari peneliti.
Kelebihan: tujuan dari peneliti dapat terpenuhi.
Kekurangan: belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.

4.      Pengambilan beruntun (Snow-ball sampling)
Merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan dengan sistem jaringan responden. Mulai dari mewawancarai satu responden. Kemudian, responden tersebut akan menunjukkan responden lain dan responden lain tersebut akan menunjukkan responden berikutnya. Hal ini dilakukan secara terus-menerus sampai dengan terpenuhinya jumlah anggota sampel yang diingini oleh peneliti.

Kelebihan: bisa mendapatkan responden yang kredibel di bidangnya.
Kekurangan: memakan waktu yang cukup lama dan belum tentu mewakili keseluruhan variasi yang ada.




BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam arti sempit, statistik berarti data ringkasan berbentuk angka (kuantitatif). Statistik penduduk, misalnya adalah data atau keterangan berbentuk angka ringkasan mengenai penduduk (jumlah, rata-rata umur, distribusinya, persentase penduduk yang buta huruf), statistik personalia (jumlahnya, rata-rata masa kerja, rata-rata jumlah anggota keluarga, persentase yang sarjana), dan sebagainya.
Dalam arti luas, statistik berarti suatu ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan/pengelompokkan, penyajian, dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas.
Singkatnya, kata statistics memiliki arti “ilmu statistik” , sedangkan yang dimaksud dengan statistic diartikan sebagai “ukuran yang diperoleh atau berasal dari sampel”.
B.     Saran
Kami berharap mahasiswa dapat memahami contoh dan pelajaran tentang dasar statistika dengan adanya makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA
Subana,dkk.2000.Statistik Pendidikan.Bandung:Pustaka Setia
J. Supranto.2008.Statistik Teori dan Aplikasi edisi ketujuh.Jakarta:Erlangga
Sudijono, Anas. 2012. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana.2005.Metoda Statistika. Bandung : PT Tarsito




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Simpangan rata-rata, simpangan baku, dan koefisien variasi

Regresi dalam statistik

Data Distribusi Frekuensi